Sabtu, 22 Maret 2014
AIDA Pressurized Lanterns made in Germany ( SOLD OUT )
Pada tahun 1899 Jacob Hirschhorn dari Jerman, Berlin mendaftarkan Merk Dagang JH ( yang merupakan singkatan namanya ) bersama dengan gambar Logo Rusa melompat dan didadanya di lilit Terompet. Tetapi entah kenapa pada
tahun 1906 Merk ini berubah. The J.H dihilangkan diganti AIDA dan Logo gambar Rusa. Kemudian nama perusahaan
dari Jacob Hirschhorn diubah lagi jadi Hirschhorn AG. Dan pada tahun 1926 Hirschhorn
AG dari Berlin bersama dengan Ehrich & Graetz dari Berlin, Kontinental -
Licht dari Frankfurt am Main dan Hugo Schneider AG dari Leipzig diberikan paten
untuk lampu tsb. Mereka bekerja sama untuk
mengembangkan lampu yang terbaik. Banyak yang menduga E & G disebut lampu
" PETROMAX " dan Hirschhorn AG menggunakan nama " AIDA "
bersama dengan gambar Logo RUSA melompat didadanya dililit Terompet ( nampak seperti foto diatas )
Jadi sebetulnya gaya dan desain ini telah berlangsung sangat lama, dan telah direproduksi oleh begitu banyak ( termasuk Coleman sebagai Col - Max ) yang merupakan permulaan sebagai upaya kolaborasi dari Ehrich & Graetz , Kontinental, Hugo Schneider, dan Hirschhorn .
Beberapa waktu sekitar tahun 1928, nama AIDA telah diakuisisi oleh Ehrich & Graetz, tapi nama dg Merk PETROMAX dan AIDA masih muncul walau secara terpisah dimana pada saat itu lentera sedang in, begitu identik dan hampir sama bentuknya. Kemudian nama perusahaan berubah lagi... seperti diketahui bahwa AIDA merupakan milik AIDA Gesellschaft fur Beleuchtung und Heizung yang pada Januari 1943 didasarkan pada Berlin SO 36 , Elsenstrasse 87/88
Mike Blanchard menunjukkan bahwa AIDA akhirnya berkembang menjadi Geniol, dan memang merk Geniol pada akhirnya membawa banyak kemajuan yang setara dengan Kualitas dan Efektivitas " AIDA " Sebagai informasi tambahan bahwa sebenarnya Lentera Bertekanan ini di maksudkan sebagai penerangan di Kereta Api, itulah sebabnya pada beberapa variant terdapat kata EXPRESS pada Logo AIDA.

Jadi sebetulnya gaya dan desain ini telah berlangsung sangat lama, dan telah direproduksi oleh begitu banyak ( termasuk Coleman sebagai Col - Max ) yang merupakan permulaan sebagai upaya kolaborasi dari Ehrich & Graetz , Kontinental, Hugo Schneider, dan Hirschhorn .
Beberapa waktu sekitar tahun 1928, nama AIDA telah diakuisisi oleh Ehrich & Graetz, tapi nama dg Merk PETROMAX dan AIDA masih muncul walau secara terpisah dimana pada saat itu lentera sedang in, begitu identik dan hampir sama bentuknya. Kemudian nama perusahaan berubah lagi... seperti diketahui bahwa AIDA merupakan milik AIDA Gesellschaft fur Beleuchtung und Heizung yang pada Januari 1943 didasarkan pada Berlin SO 36 , Elsenstrasse 87/88
Mike Blanchard menunjukkan bahwa AIDA akhirnya berkembang menjadi Geniol, dan memang merk Geniol pada akhirnya membawa banyak kemajuan yang setara dengan Kualitas dan Efektivitas " AIDA " Sebagai informasi tambahan bahwa sebenarnya Lentera Bertekanan ini di maksudkan sebagai penerangan di Kereta Api, itulah sebabnya pada beberapa variant terdapat kata EXPRESS pada Logo AIDA.

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Followers
Koleksi kami
- Ada blm terjual 01 (24)
- Ada blm terjual 02 (10)
- Ada blm terjual 03 (6)
- alat musik (1)
- Aneka besi (2)
- Bel (8)
- Botol (15)
- Buli - buli (1)
- Camera Antik (1)
- Djerigen (1)
- Enamel (49)
- Etalase (1)
- Etalase Kayu (1)
- Filter air (5)
- Gantungan kayu (12)
- Gembok djadoel (1)
- Gilingan Kuno (26)
- Iklan (69)
- Jam djadoel (20)
- Kacip Antik (1)
- Kap Lampu (13)
- Kapstok (19)
- Keramik (23)
- Kipas angin antik (15)
- Koleksi pribadi (4)
- Lampoe Aladdin (9)
- Lampoe badai (1)
- Lampoe Camerco (15)
- Lampoe Dinding (8)
- Lampoe djadoel (14)
- Lampoe Gantoeng (35)
- Lampoe Jago (34)
- Lampoe Kerek antik (40)
- Lampoe kolonial (1)
- Lampoe meja antik (24)
- Lampoe Minyak (37)
- Lampoe Napoleon (1)
- Lampoe Oenik (14)
- Lampu (1)
- lampu jago (1)
- Mainan Djadoel (2)
- Mesin Djadoel (3)
- Mesin Tik Antik (8)
- Nampan / Talam antik (19)
- Nampan Djadoel (29)
- Not for Sale (4)
- Onderdil an (5)
- Oriental (8)
- Perabot Rumah Tangga (19)
- Peralatan Antik (4)
- Peralatan kantor (3)
- Peralatan Kayu (2)
- Pernik Antik (12)
- Plang besi (11)
- Porselen Antik (5)
- Radio djadoel (25)
- Setrika (32)
- Tea set (9)
- Telephone (8)
- Timbangan Antik (17)
- Tin Box (3)
- Tintoys (8)
- Toples (46)
- Vas Antik (14)
- Ventilasi (6)
- Washtafel Kuno (2)
- Zold out (729)
Top 10
About Me
Klitikan Antik
-
Anvil ( SOLD ) - Anvil atau paron kondisi bagus berfungsi sbg landasan menempa besi baja utk membuat pisau, parang dll.6 tahun yang lalu
Jumlah kunjungan
440501
Contact
Terimakasih soedah berkenan mengoenjoengi Blog kami silahken melihat-lihat barang koleksi Damar Antik pabila Toean dan Nyonyah ada minat djangan ragoe oentoek menghoeboengi kami via WA 0878 3116 5515 atawa SMS 081 229 07 5 07 oentoek tjek kondisi, ketersediaan barang dan pemesanan
Harga damai sadja tjoema beloem termasoek Ongkos kirim (Ongkir) jang lebih penting akoer dan semoewa fihak poewas.
Barang segera kami kirimken kealamat penerima sesoedah pembajaran kami terima, Transfer dapat dilakoekan lewat :
BCA : 252 065 8605
Mandiri : 136 000 200 5277
A/n : Ign. Yuli Widianto Klik Salah satu Icon untuk pembayaran via internet banking![]() |
![]() |
Tinggalkan pesan
Top 10 minggu ini
-
-
Cutter djadoel terdapat tulisan timbul REMSCHEID, SOLINGEN, BATAVIA, SOERABAIA, SEMARANG, MEDAN cap Mata buatan Germany...
-
Radio BIN 115B kondisi box dan tutup belakang mulus dan original masih berfungsi dengan baik dengan saluran MW dan dilengkapi pula deng...
-
-
Lahir pada tahun 1792 , Caspar Hermann Heye merupakan pendiri perusahaan Hermann Heye, Pada tahun 1819 Ia memfokuskan produksi ...
-
Lampu katrol antik original lawasan motif semarangan ornament bunga.. kap pinggul diameter 28cm tangki porselen stick double lengkap denga...
-
Lampu Teplok Hijau besar dengan dudukan...
-
Lampu Kerek Antik uk. Kap 28 motif Ornament Ratu Wilhelmina...Kondisi utuh dan mulus..
-
-
Berkefeld Filter merupakan Perusahan Jerman yang memproduksi filter air dari tahun 1800an. Dan pada tahun 1919 di beli oleh Inggris dan di...
0 komentar:
Posting Komentar